BLOGGER TEMPLATES AND MySpace 1.0 Layouts »
WELCOME TO MY BLOG ! :D

Sabtu, 19 November 2011

Geologic Time Scale Video


Video diatas adalah video skala waktu geologi versi kartunnya..


Kalau yang video yang diatas ini adalah video skala waktu geologi versi "serius" nya hehe..tapi sayang banget nggak nemu part 2 nya..hiks harap maklum yaa -_-"

Hope ya all like it! :D

Minggu, 13 November 2011

Sejarah Perkembangan Planet Bumi

Kali ini kita akan membahas tentang Proses Evolusi Bumi dari ilmu geologi.Apa saja sih tahap perkembangan planet Bumi setelah ledakan Big Bang yang dipercayai itu? Lalu, kehidupan apa saja yang terbentuk setiap periodenya?



Pada dasarnya, Bumi secara konstan berubah dan tidak ada satupun yang terdapat diatas permukaan bumi yang benar-benar bersifat permanen. Bebatuan yang berada diatas bukit mungkin dahulunya berasal dari bawah laut. Oleh karena itu untuk mempelajari bumi, maka dimensi “waktu” menjadi sangat penting.Dengan demikian, mempelajari sejarah bumi juga menjadi hal yang sangat penting pula. Ketika kita berbicara tentang catatan sejarah manusia, maka biasanya ukuran waktunya dihitung dalam tahun, abad atau bahkan puluhan abad.Akan tetapi, apabila kita berbicara tentang sejarah bumi, maka ukuran waktu dihitung dalam jutaan tahun atau milyaran tahun.

Waktu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Catatan waktu biasanya disimpan dalam suatu penanggalan (kalender) yang pengukurannya didasarkan atas peredaran bumi di alam semesta. Sekali bumi berputar pada sumbunya (satu kali rotasi) dikenal dengan satu hari, dan setiap sekali bumi mengelilingi Matahari dikenal dengan satu tahun.Sama halnya dengan perhitungan waktu dalam kehidupan manusia, maka dalam mempelajari sejarah bumi juga dipakai suatu jenis penanggalan, yang dikenal dengan nama “Skala Waktu Geologi”.

Terdapat 2 skala waktu yang dipakai untuk mengukur dan menentukan umur Bumi. Pertama, adalah Skala Waktu Relatif, yaitu skala waktu yang ditentukan berdasarkan urutan perlapisan batuan-batuan, serta evolusi kehidupan organisme dimasa yang lalu. Kedua adalah Skala Waktu Absolut (Radiometrik), yaitu suatu skala waktu geologi yang ditentukan berdasarkan pelarikan radioaktif dari unsur-unsur kimia yang terkandung dalam bebatuan. Skala Relatif terbentuk atas dasar peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam perkembangan ilmu geologi itu sendiri, sedangkan Skala Absolut (Radiometrik) berkembang belakangan dan berasal dari ilmu pengetahuan fisika yang diterapkan untuk menjawab permasalahan permasalahan yang timbul dalam bidang geologi.Blog ini hanya akan membahas Skala Relatif saja.

Sejarah Perkembangan Bumi berdasarkan Skala Waktu Geologi Relatif


1. Era / Masa Arkeozoikum (4,5 – 2,5 milyar tahun lalu)


Masa Arkeozoikum (Arkean) merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian berkembang menjadi protokontinen. Masa ini merupakan awal terbentuknya Indrosfer dan Atmosfer, serta awal muncul kehidupan primitif  di dalam samudera yang berupa mikro-organisme (bakteri dan ganggang).

2. Era / Masa Proterozoikum (2,5 milyar – 550 juta tahun lalu)

Proterozoikum artinya Masa Kehidupan Awal. Pada masa ini, kehidupan mulai berkembang dari organisme bersel tunggal menjadi organisme bersel banyak ( enkaryotes dan prokaryotes ). Enkaryotes ini yang nantinya akan menjadi tumbuhan dan Prokaryotes nantinya akan menjadi binatang.

Menjelang akhir masa ini, organisme menjadi lebih kompleks.Jenis invertebrata bertubuh lunak seperti ubur-ubur, cacing dan koral mulai muncul di laut-laut dangkal, yang bukti-buktinya dijumpai sebagai fosil sejati pertama.

Masa Arkeozoikum dan Proterozoikum bersama-sama dikenal sebagai zaman Pra-Kambrium.Masa Proterozoikum dibagi menjadi

3. Era / Masa Paleozoikum (590 - 250 juta tahun lalu)

Di masa inilah kehidupan-kehidupan yang beragam mulai terbentuk.Masa ini pun terbagi menjadi 7 sub zaman, yaitu :

A. Zaman Kambrium (590-500 juta tahun lalu)

Kambrium berasal dari kata “Cambria”, nama latin untuk daerah Wales di Inggris, dimana batuan berumur kambrium pertama kali dipelajari.Banyak hewan invertebrata mulai muncul pada zaman Kambrium. Hampir seluruh kehidupan berada di lautan. 

Hewan zaman ini mempunyai kerangka luar dan cangkang sebagai pelindung. Fosil yang umum dijumpai dan penyebarannya luas adalah: Alga, Cacing, Koral, Moluska, Ekinodermata, Brakiopoda dan Artropoda (Trilobit). Sebuah daratan yang disebut Gondwana (Pangea) merupakan cikal bakal benua Antartika, Afrika, India, Australia, sebagian Asia dan Amerika Selatan. Sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan Tanah Hijau (greenland) masih berupa benua-benua kecil yang terpisah.

B. Zaman Ordovisium (500 – 440 juta tahun lalu)

Zaman Ordovisium dicirikan oleh munculnya ikan tanpa rahang (hewan bertulang belakang paling tua) dan beberapa hewan bertulang belakang yang muncul pertama kali seperti Tetrakoral, Graptolit, Ekinoid (Landak Laut), Asteroid (Bintang Laut), Krinoid (Lili Laut) dan Bryozona. Koral dan Alga berkembang membentuk karang, dimana Trilobit dan Brakiopoda mulai mencari mangsa.

C. Zaman Silur (440 – 410 juta tahun lalu)

Zaman Silur merupakan waktu peralihan kehidupan dari air ke darat.Tumbuhan darat mulai muncul pertama kalinya termasuk Pteridofita (tumbuhan paku). Sedangkan Kalajengking raksasa (Eurypterid) hidup berburu di dalam laut. Ikan berahang mulai muncul pada zaman ini dan banyak ikan mempunyai perisai tulang sebagai pelindung.Selama zaman Silur, deretan pegunungan mulai terbentuk melintasi Skandinavia, Skotlandia dan pantai Amerika Utara.

D. Zaman Devon (410-360 juta tahun lalu)

Zaman Devon merupakan zaman perkembangan besar-besaran jenis ikan dan tumbuhan darat. Ikan berahang dan ikan hiu semakin aktif sebagai pemangsa di dalam lautan. Hewan Amfibi berkembang dan beranjak menuju daratan. Tumbuhan darat semakin umum dan muncul serangga untuk pertama kalinya.

E. Zaman Karbon (360 – 290 juta tahun lalu)

Reptilia muncul pertama kalinya dan dapat meletakkan telurnya di luar air. Serangga raksasa muncul dan amfibi meningkat dalam jumlahnya.Pohon pertama muncul, jamur klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda tumbuh di rawa-rawa. Pada zaman ini, benua-benua di muka bumi menyatu membentuk satu masa daratan yang disebut Pangea, dan mengalami perubahan lingkungan untuk berbagai bentuk kehidupan.

F. Zaman Perm (290 - 250 juta tahun lalu)

“Perm” adalah nama sebuah propinsi tua di dekat pegunungan Ural, Rusia. Pada Zaman ini, jumlah reptilia meningkat dan serangga modern muncul.Begitu juga tumbuhan konifer dan grikgo primitif. Hewan Amfibi menjadi kurang begitu berperan. Zaman Perm diakhiri dengan kepunahan hewan laut pertama dalam skala besar, seperti Tribolit, dan Koral.

4. Era / Masa Mesozoikum (250 - 65 juta tahun lalu)

Masa inilah yang disebut masa pertengahan.Masa Mesozoikum terbagi atas 3 sub zaman, yaitu:

G. Zaman Trias (250-210 juta tahun lalu)

Dinosaurus dan reptilia laut berukuran besar mulai muncul pertama kalinya selama zaman ini. Reptilia yang menyerupai mamalia pemakan daging yang disebut Cynodont mulai berkembang. Mamalia pertama pun mulai muncul pada zaman ini.

H. Zaman Jura (210-140 juta tahun lalu)

Pada zaman ini Reptilia meningkat jumlahnya. Dinosaurus (Reptil Raksasa) menguasai daratan. Ichtiyosaurus berburu di dalam lautan dan Pterosaurus merajai angkasa. Banyak dinosaurus tumbuh dalam ukuran yang luar biasa. Burung sejati pertama (Archeopterya) berevolusi dan banyak jenis buaya berkembang.

I. Zaman Kapur (140-65 juta tahun lalu)

Banyak Dinosaurus raksasa dan Reptilia terbang hidup pada zaman ini. Pada akhir zaman ini Dinosaurus, Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus, serta berbagai macam Dinosaurus lainnya punah, akibat adanya Seleksi Alam, atau yang lebih dikenal dengan "Hujan Meteor". Zaman ini adalah zaman akhir dari kehidupan para reptilia raksasa.

5. Era / Masa Kenozoikum (65 juta tahun lalu - sekarang)

Masa Kenozoikum berarti Masa Kehidupan Baru.Inilah masa yang terus berlanjut hingga sekarang.Masa ini dibagi kedalam 2 sub zaman, yaitu:

J. Zaman Tersier (65 – 1,7 juta tahun lalu)

Pada zaman Tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan seperti berevolusinya berbagai macam mamalia.Sedangkan fauna laut sepert ikan, moluska dan echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang. Tumbuhan berbunga pada zaman Tersier terus berevolusi menghasilkan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat dan rumput.
Pada zaman Tersier – Kuarter, pemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan (Seleksi Alam dan Evolusi) saling berganti seiring dengan perubahan cuaca secara global.

K. Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu – sekarang)

Zaman Kuarter terdiri dari kala Plistosen dan Kala Holosen. Kala Plistosen mulai sekitar 1,7 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang lalu. Kemudian diikuti oleh Kala Holosen yang berlangsung sampai sekarang.Pada Kala Plistosen terjadi 5 kali zaman es (zaman glasial). Manusia purba jawa (Homo erectus) muncul pada Kala Plistosen. Manusia Modern yang mempunyai peradaban baru muncul pada Kala Holosen. Flora dan fauna yang hidup pada Kala Plistosen sangat mirip dengan flora dan fauna yang hidup sekarang.


Sekian dari Sejarah Perkembangan Planet Bumi ya..Tunggu postingan berikutnya untuk info yang lebih menarik lagi! :D


Birth of The Solar System Video

The Big Bang Theory Video

Sabtu, 05 November 2011

Teori dan Proses Awal Pembentukan Tata Surya

Sebelum membahas dinosaurs and stuff, yuk kita intip dulu Proses awal pembentukan tata surya, dan teori apa saja sih yang diduga menyertainya?


Nah, teman-teman pasti sudah banyak yang tahu kan bagaimana proses awal pembentukan tata surya, yang melibatkan Bumi kita ini? Yap, semua itu bermula dari teori BIG BANG.Tetapi, tahukah kalian bahwa teori BIG BANG itu hanya lah "salah satu" dari teori-teori lainnya yang dikemukakan para ahli?.Ternyata, masih ada lagi lho teori-teori (hipotesis) dan pendapat lain mengenai Proses awal pembentukan tata surya kita.Penasaran? Langsung aja yuk..

Sebelumnya, teori pembentukan tata surya dibagi kedalam 2 kelompok, yakni "Teori (Hipotesis) sebelum masa Newton" dan "Teori (Hipotesis) sesudah masa Newton" :

A. TEORI SEBELUM MASA NEWTON


1. Perhitungan Awal

Perhitungan secara ilmiah pertama kali dilakukan oleh Aristarchus dari Samos (310-230 BC). Ia mencoba menghitung sudut Bulan-Bumi-Matahari dan mencari perbandingan jarak dari Bumi-Matahari, dan Bumi-Bulan. Aristarchus merupakan orang pertama yang menyimpulkan Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan berbentuk lingkaran, yang menjadi titik awal teori HELIOSENTRIK. Jadi bisa kita lihat, kalau teori heliosentrik itu bukanlah teori yang baru muncul di masa Copernicus. Namun jauh sebelum itu, Aristarchus sudah meletakkan dasar bagi teori heliosentrik tersebut.

Pada era Alexandria, Eratoshenes (276-195BC) dari Yunani, berhasil menemukan cara mengukur besar Bumi.Ia mengukur panjang bayangan dari kolom Alexandria dan Syene. Ia menyimpulkan, perbedaan lintang keduanya merupakan 1/50 dari keseluruhan revolusi. Hasil perhitungannya memberi perbedaan sebesar 13% dari hasil yang ada saat ini.


2. Ptolemy dan Teori Geosentrik

Ptolemy/Ptolemaeus (150AD) menyatakan bahwa semua objek bergerak relatif terhadap bumi.Teori ini dipercaya selama hampir 1400 tahun. Tapi teori geosentrik mempunyai kelemahan, yaitu Matahari dan Bulan bergerak dalam jejak lingkaran mengitari Bumi, sementara planet bergerak tidak teratur dalam serangkaian simpul ke arah timur. Untuk mengatasi masalah ini, Ptolemy mengajukan dua komponen gerak. Yang pertama, gerak dalam orbit lingkaran yang seragam dengan periode satu tahun pada titik yang disebut deferent. Gerak yang kedua disebut epycycle, gerak seragam dalam lintasan lingkaran dan berpusat pada deferent.

3. Copernicus dan Teori Heliosentrik

Nicolaus Copernicus (1473-1543) merupakan orang pertama yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat sistem Tata Surya, dan Bumi bergerak mengelilinginya dalam orbit lingkaran. Untuk masalah orbit, data yang didapat Copernicus memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut orbit planet-planet. Namun ia mempertahankan bentuk orbit lingkaran dengan menyatakan bahwa orbitnya tidak kosentrik. Teori heliosentrik disampaikan Copernicus dalam publikasinya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium kepada Paus Pope III dan diterima oleh gereja.

Tapi dikemudian hari setelah kematian Copernicus, pandangan gereja berubah ketika pada akhir abad ke-16, seorang filsuf Itali, Giordano Bruno, menyatakan semua bintang mirip dengan Matahari dan masing-masing memiliki sistem planetnya yang dihuni oleh jenis manusia yang berbeda. Pandangan inilah yang menyebabkan ia dibakar dan teori Heliosentrik dianggap berbahaya karena bertentangan dengan pandangan gereja yang menganggap manusialah yang menjadi sentral di alam semesta.

4. Lahirnya Hukum Kepler

Walaupun Copernicus telah menerbitkan tulisannya tentang Teori Heliosentrik, tidak semua orang setuju dengannya. Salah satunya, Tycho Brahe (1546-1601) dari Denmark yang mendukung teori matahari dan bulan mengelilingi bumi, sementara planet lainnya mengelilingi matahari. Tahun 1576, Brahe membangun sebuah observatorium di pulau Hven, di laut Baltik dan melakukan penelitian disana sampai kemudian ia pindah ke Prague pada tahun 1596.

Di Prague, Brahe menghabiskan sisa hidupnya menyelesaikan tabel gerak planet dengan bantuan asistennya Johannes Kepler (1571-1630). Setelah kematian Brahe, Kepler menelaah data yang ditinggalkan Brahe, dan menemukan bahwa orbit planet tidak sirkular, melainkan elliptik.

Kepler kemudian mengeluarkan tiga hukum gerak orbit (Hukum Kepler) yang dikenal sampai saat ini, yaitu:

  1. Planet bergerak dalam orbit ellips mengelilingi matahari sebagai pusat sistem.
  2. Radius vektor menyapu luas yang sama dalam interval waktu yang sama.
  3. Kuadrat kala edar planet mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata dari matahari.

    Kepler menuliskan pekerjaannya dalam sejumlah buku, diantaranya adalah Epitome of The Copernican Astronomy Index Librorum Prohibitorum yang merupakan buku terlarang bagi umat Katolik. Dalam buku ini juga terdapat publikasi Copernicus, De Revolutionibus Orbium Coelestium.

    5. Galileo dan Teleskop

    Pada tahun 1608, teleskop pertama dibuat oleh Galileo Galilei (1562-1642).Galileo merupakan seorang professor matematika di Pisa yang tertarik dengan mekanika khususnya tentang gerak planet. Ia salah satu yang tertarik dengan publikasi Kepler dan yakin tentang teori heliosentrik. Dengan teleskopnya, Galileo menjadi orang pertama yang melihat keberadaan cincin di Saturnus.

    Salah satu pengamatan penting yang meyakinkannya mengenai teori heliosentrik adalah masalah fasa Venus. Berdasarkan teori geosentrik, Ptolemy menyatakan venus berada dekat dengan titik diantara matahari dan bumi sehingga pengamat dari bumi hanya bisa melihat venus saat mengalami fasa sabit.

    Tapi berdasarkan teori heliosentrik dan didukung pengamatan Galileo, semua fasa Venus bisa terlihat, bahkan ditemukan juga sudut piringan venus lebih besar saat fasa sabit dibanding saat purnama. Publikasi Galileo yang memuat pemikirannya tentang teori geosentrik vs heliosentrik, Dialogue of The Two Chief World System, menyebabkan dirinya dijadikan tahanan rumah dan dianggap sebagai penentang oleh gereja.


    6. Teori Newton

    Di tahun kematian Galileo, Isaac Newton (1642-1727) dilahirkan. Bisa dikatakan Newton memberi dasar bagi pekerjaannya dan orang-orang sebelum dirinya terutama mengenai asal mula Tata Surya. Ia menyusun Hukum Gerak Newton dan kontribusi terbesarnya bagi Astronomi adalah Hukum Gravitasi, yang membuktikan bahwa gaya antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing objek dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Hukum Gravitasi Newton memberi penjelasan fisis bagi Hukum Kepler yang ditemukan sebelumnya berdasarkan hasil pengamatan. Hasil pekerjaannya dipublikasikan dalam Principia yang ia tulis selama 15 tahun.

    Teori Newton menjadi dasar bagi berbagai teori pembentukan Tata Surya yang lahir kemudian, termasuk didalamnya teori monistik dan teori dualistik. Teori monistik menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Sedangkan teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda.

    B. TEORI SESUDAH MASA NEWTON

    1. Teori (Hipotesis) Kabut / Nebula

    Teori nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Teori serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara independen pada tahun 1796.

    Teori ini, yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, nebula, dan unsur gas yang sebagian besar terdiri dari hidrogen.

    Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar.

    2. Teori (Hipotesis) Buffon

    Tahun 1745, George comte de Buffon (1701-1788) dari Perancis mempostulatkan teori dualistik dan katastrofi yang menyatakan bahwa tabrakan komet dengan permukaan matahari menyebabkan materi matahari terlontar dan membentuk planet pada jarak yang berbeda. Kelemahannya, Buffon tidak bisa menjelaskan asal komet. Ia hanya mengasumsikan bahwa komet jauh lebih masif dari kenyataannya.

    3. Teori (Hipotesis) Planetesimal 


     

    Thomas C.Chamberlin (1843-1928), seorang ahli Geologi serta Forest R.Moulton (1872-1952) seorang ahli Astronomi, keduanya berasal dari Amerika Serikat.Teorinya dikenal sebagai Teori Planetesimal (Planet Kecil), karena planet terbentuk dari benda padat yang memang sudah ada.

    Teori ini mengatakan, matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang.Pada suatu masa, ada sebuah bintang berpapasan pada jarak yang tidak terlalu jauh.Akibatnya, terjadilah peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang itu.Sebagian dari massa matahari tertarik ke arah bintang tersebut.

    Pada waktu bintang itu menjauh, menurut Moulton dan Chamberlin, sebagian dari massa matahari itu jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian lagi terhambur ke ruang angkasa sekitar matahari.Hal inilah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planet-planet yang akan beredar pada orbitnya.


    4. Teori (Hipotesis) Pasang Surut

    Teori ini dikemukakan oleh  James Jeans dan Harold Jeffreys, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. 

    Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekati matahari, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-guung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang ke arah bintang besar itu.
     

    Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat.
     

    Sementara pendinginan berlangsung, planet-planet itu masih mengelilingi matahari pada orbit berbentuk elips, sehingga besar kemungkinan pada suatu ketika meraka akan mendekati matahari dalam jarak yang pendek. Akibat kekuatan penarikan matahari, maka akan terjadi pasang surut pada tubuh-tubuh planet yang baru lahir itu. Matahari akan menarik kolom-kolom materi dari planet-planet, sehingga lahirlah bulan-bulan (satelit-satelit) yang berputar mengelilingi planet-planet.Peranan yang dipegang matahari dalam membentuk bulan-bulan ini pada prinsipnya sama dengan peranan bintang besar dalam membentuk planet-planet, seperti telah dibicarakan di atas.


    5. Teori (Hipotesis) Bintang Kembar 

    Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi, R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.

    6. Teori (Hipotesis) Proto Planet / Awan Debu


    7. Teori (Hipotesis) Big Bang

    Nah teman-teman, teori Big Bang inilah teori yang paling terkenal dan paling dipercayai kebenarannya hingga sekarang.

    Menurut Teori Big Bang, proses terbentuknya bumi dan tata surya kita berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran yang dilakukannya tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.

    Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:

    1. Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
    2. Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang ringan  jenisnya akan bergerak ke permukaan.
    3. Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.



    Nah! That's all for Teori-teori Proses Pembentukan Tata Surya dan Bumi kita ini.Untuk Proses perubahan bumi selanjutnya, dan munculnya berbagai kehidupan dan organisme baru di bumi, silakan tunggu posting selanjutnya yaa.Kritik, saran, dan komentar sangat di perbolehkan.See ya soon, and Hope ya like it! :)